Wajib Umroh Adalah: 2 Hal Wajib dan Penjelasannya!

Wajib umroh adalah amalan yang harus jamaah laksanakan untuk menyempurnakan ibadah mereka di Tanah Suci. Pemahaman terhadap wajib umroh sangat penting karena ia membedakan antara rukun (yang membatalkan ibadah jika ditinggalkan) dan amalan pengganti (dam) jika ada yang terlewat. Sehingga, penting untuk mengetahui apa saja yang termasuk wajib umroh dan bagaimana melaksanakannya sesuai syariat.

Wajib Umroh Adalah: Pengertian dan Hukumnya

Umroh secara bahasa berarti ziarah, sedangkan secara istilah adalah ibadah mengunjungi Baitullah dengan tata cara tertentu: berihram dari miqat, thawaf, sa’i, dan tahallul. Dalam pelaksanaannya, terdapat rukun dan wajib umroh.

Rukun umroh adalah bagian inti yang bila ditinggalkan ibadah tidak sah. Sedangkan wajib umroh adalah amalan yang bila ditinggalkan tetap sah tetapi harus diganti dengan dam (denda). Menurut Bincang Syariah, wajib umroh harus diganti dengan dam.

Wajib umroh mencakup beberapa hal penting, antara lain: berihram dari miqat yang telah ditentukan, menjauhi larangan ihram, serta melaksanakan tahallul setelah sa’i. Semua ini menjadi syarat kesempurnaan ibadah umroh. Jika salah satu wajib umroh ditinggalkan, maka jamaah dikenakan dam sebagai bentuk kompensasi.

Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai hukum umroh. Imam Syafi’i dan Imam Ahmad berpendapat bahwa umroh hukumnya wajib sekali seumur hidup bagi muslim yang mampu, berdasarkan dalil Al-Qur’an dan hadis. Sementara Imam Abu Hanifah dan Imam Malik berpendapat bahwa umroh hukumnya sunnah muakkadah, yaitu sangat dianjurkan tetapi tidak wajib.

Dalil yang digunakan untuk wajib umroh adalah antara lain firman Allah dalam QS. Al-Baqarah: 196: “Dan sempurnakanlah haji dan umroh karena Allah.” Ayat ini dipahami oleh sebagian ulama sebagai perintah wajib. Selain itu, hadis riwayat Aisyah r.a. juga menyebutkan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda tentang kewajiban umroh bagi yang mampu.

Dengan demikian, wajib umroh adalah bagian dari rangkaian ibadah yang harus dilakukan agar umroh sah dan sempurna, sementara hukum umroh secara keseluruhan diperdebatkan. Sebagian ulama mewajibkan sekali seumur hidup, sebagian lain menyebutnya sunnah muakkadah. 

Bagi jamaah, yang terpenting dari wajib umroh adalah melaksanakan umroh sesuai sunnah Rasulullah ﷺ, menjaga rukun dan wajibnya, serta menghindari larangan ihram. Dengan demikian, Anda sebagai jamaah umroh dapat menjalankan ibadah umroh secara sempurna, mabrur dan diterima Allah ﷻ.

Jamaah yang mengetahui wajib umroh adalah hal penting, ibadahnya lebih khusyuk dan terjaga.

Syarat Wajib Umroh, Apa Saja?

Sebelum melaksanakan ibadah, setiap muslim harus memenuhi syarat-syarat yang menjadikan umroh wajib atas dirinya. Mengetahui syarat wajib umroh adalah langkah pertama menentukan apakah seseorang diwajibkan pergi. Dari artikel Tirto.id, syarat ini berkaitan dengan kesiapan fisik dan finansial. Berikut adalah lima syarat yang harus terpenuhi.

1. Beragama Islam

Umroh hanya diwajibkan bagi orang yang beragama Islam. Seorang non-muslim tidak memiliki kewajiban melaksanakan ibadah ini, meskipun mereka secara fisik mampu. Keislaman menjadi pondasi utama sahnya amal ibadah.

2. Berakal Sehat

Umroh diwajibkan bagi muslim yang berakal sehat atau waras. Orang yang tidak berakal (misalnya gila) tidak terkena kewajiban umroh, karena mereka tidak memiliki kesadaran untuk berniat dan menjalankan rukun. Syariat hanya membebankan kewajiban kepada mukallaf (orang yang dibebani hukum).

3. Baligh (Dewasa)

Umroh, termasuk untuk umroh mandiri, diwajibkan bagi muslim yang sudah baligh atau dewasa. Anak-anak yang belum baligh tidak terkena kewajiban, meskipun umroh yang mereka laksanakan tetap dianggap sah. Kewajiban beribadah dimulai sejak seseorang mencapai usia dewasa.

4. Mampu secara Fisik dan Finansial

Umroh diwajibkan bagi muslim yang mampu, baik dari segi kesehatan, biaya perjalanan, maupun keamanan. Ketidakmampuan fisik atau finansial menggugurkan kewajiban. Syarat ini menekankan bahwa Islam tidak membebani hamba di luar batas kemampuannya.

5. Merdeka (Bukan Hamba Sahaya)

Dalam fiqh klasik, salah satu syarat wajib umroh adalah merdeka (bukan hamba sahaya). Hamba sahaya tidak diwajibkan melaksanakan umroh karena keterbatasan kebebasan dan hak atas harta. Syarat ini memastikan jamaah memiliki kebebasan penuh dalam menjalankan ibadahnya.

Jamaah umroh harus memahami bahwa wajib umroh adalah salah satu syarat untuk diterimanya rangkaian ibadah umroh.

Apa Saja Wajib Umroh?

Setelah memenuhi syarat, jamaah wajib melaksanakan amalan yang termasuk wajib umroh adalah ihram dari miqat dan meninggalkan larangan-larangan khusus. Menurut Dompet Dhuafa, dua hal ini sering kali menjadi penentu kesempurnaan ibadah.

1. Ihram dari Miqot

Ihram dari miqat adalah wajib umroh yang paling utama, yaitu berniat umroh di batas wilayah yang telah ditentukan. Jika jamaah melewati miqat tanpa berniat ihram, ia wajib kembali ke miqat atau dikenakan dam.

Jenis-jenis Miqat:

  • Dzul Hulaifah (Bir Ali): Miqat bagi penduduk Madinah dan yang datang dari arah tersebut. Jaraknya paling jauh dari Makkah.
  • Juhfah: Miqat bagi penduduk Syam (Suriah, Lebanon, Yordania, Palestina) atau yang datang dari arahnya, kini digantikan oleh Rabigh.
  • Qarnul Manazil: Miqat bagi penduduk Najed dan yang datang dari arahnya.
  • Yalamlam: Miqat bagi penduduk Yaman, Indonesia, dan yang datang dari arah Selatan.
  • Dzatul Irqin: Miqat bagi penduduk Irak atau yang datang dari arahnya.

Bacaan Niat Ihram Umroh:

  • Arab: نَوَيْتُ الْعُمْرَةَ وَأَحْرَمْتُ بِهِ لِلَّهِ تَعَالَى
  • Latin: Nawaitu al-‘umrata wa ahramtu bihi lillāhi ta‘ālā
  • Terjemah: “Saya niat umroh dan berihram karenanya karena Allah Ta’ala.”

2. Meninggalkan Larangan

Wajib umroh lainnya adalah menjaga diri dari larangan-larangan ihram sejak berniat di miqat hingga tahallul. Larangan ini bertujuan menjaga fokus jamaah hanya pada ibadah.

Larangan yang harus jamaah tinggalkan ada cukup banyak. Di antaranya seperti memotong rambut atau kuku, menggunakan wangi-wangian, berburu, melakukan akad nikah, dan berhubungan suami istri. 

Sementara itu, beberapa hal yang masih diperbolehkan adalah mandi, menyikat gigi, berganti pakaian ihram, dan menggunakan payung. Jamaah harus berhati-hati sebab melanggar larangan ihram dikenakan dam, tergantung jenis pelanggarannya.

Tips Menghindari Larangan Umroh

Pelaksanaan ihram membuat jamaah terikat dengan sejumlah larangan yang bertujuan menjaga kekhusyukan. Menghindari larangan wajib umroh adalah bentuk ketaatan. Berikut adalah sepuluh tips agar Anda dapat menjaga ihram:

  • Mencukur rambut dan kuku sebelum memulai niat ihram.
  • Menghindari penggunaan sabun atau shampoo beraroma saat mandi ihram.
  • Melapisi kaki dengan kaus kaki atau alas kaki tanpa jahitan (bagi pria).
  • Mempersiapkan pakaian ihram cadangan agar tetap bersih dan suci.
  • Menjaga lisan dari perkataan kotor dan perdebatan yang sia-sia.
  • Membawa tas kecil untuk menyimpan keperluan agar mudah dijangkau.
  • Menggunakan pelembap tanpa aroma jika kulit terasa kering.
  • Menggunakan sikat gigi yang tidak memiliki rasa atau aroma yang kuat.
  • Menjauhi area yang padat pengunjung untuk mengurangi risiko sentuhan tak sengaja.
  • Mengingat selalu niat ihram yang telah diucapkan untuk mengendalikan diri.

Memahami wajib umroh adalah kunci untuk melaksanakan ibadah secara sempurna dan sah, mulai dari pengertian, syarat, hingga apa saja wajib umroh. Untuk itu, penting menjalankan ibadah umroh bersama biro umroh profesional seperti Lima Pilar. Sebab, Anda akan dibimbing dari awal hingga akhir oleh pembimbing umroh profesional dan berpengalaman.

DAFTAR ISI