Tahallul artinya proses melepas larangan ihram sebagai tanda selesainya sebagian atau seluruh rangkaian ibadah haji dan umroh. Tahapan ini menjadi penutup yang sangat bermakna karena menandai kembalinya jamaah pada keadaan halal. Dalam setiap tahapan ibadah, tahallul memiliki kedudukan penting sebagai simbol penyucian diri dan ketaatan penuh kepada Allah SWT.
Tahallul Artinya: Pengertian dan Keutamaan
Tahallul artinya adalah sebagai salah satu rukun yang menyempurnakan ibadah haji dan umroh. Menurut Rumaysho.com, tahallul bisa dilakukan dengan mencukur habis atau memendekkan rambut, namun mencukur botak lebih besar pahalanya. Tahallul artinya dalam Islam adalah berakhirnya larangan ihram setelah melakukan amalan tertentu, seperti mencukur atau memendekkan rambut.
Mengakhiri Larangan Ihram
Tahallul memberi tanda bahwa jamaah telah keluar dari keadaan ihram. Setelah tahallul, jamaah kembali halal melakukan hal-hal yang sebelumnya dilarang. Misalnya memakai pakaian berjahit, memotong kuku, atau menggunakan parfum. Proses ini bukan hanya fisik, kemudian juga simbol pelepasan diri dari keterikatan duniawi.
Menyempurnakan Ibadah Haji dan Umroh
Tanpa tahallul, ibadah tidak sah secara syariat. Tahapan ini merupakan penutup yang mengokohkan kesempurnaan ibadah haji maupun umroh, baik umroh reguler atau umroh mandiri. Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah ﷺ bersabda bahwa mencukur rambut adalah bagian dari penyempurna amalan haji. Oleh karena itu, tahallul tidak boleh dilewatkan, kemudian menjadi syarat sah ibadah.
Simbol Ketaatan Total
Tahallul artinya ketaatan tanpa syarat. Walau tampak sederhana, tindakan ini menunjukkan kerendahan hati dan kepatuhan terhadap perintah Allah SWT. Tidak semua ibadah menuntut pengorbanan lahir, namun tahallul memperlihatkan kepatuhan total melalui tindakan nyata. Ketaatan ini menjadi bukti penghambaan sejati.
Menghapus Dosa dan Kesombongan
Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah ﷺ berdoa tiga kali untuk mereka yang mencukur rambut, dan satu kali bagi yang hanya memendekkan. Hal ini menunjukkan besarnya keutamaan tahallul yang dilakukan secara sempurna. Tindakan mencukur rambut menjadi simbol pembersihan diri dari dosa dan kesombongan hati, kemudian membuka jalan menuju ampunan.
Menunjukkan Kesetaraan di Hadapan Allah
Selama tahallul, semua jamaah—tanpa memandang jabatan atau harta—melakukan hal yang sama. Tidak ada perbedaan antara pejabat, ulama, atau rakyat biasa. Semua tunduk di hadapan Allah SWT dengan penuh ketulusan, kemudian menunjukkan bahwa hanya takwa yang membedakan manusia. Tahallul mengajarkan kesetaraan universal dalam ibadah.

Tahallul Artinya: Tata Caranya
Pelaksanaan tahallul memiliki urutan dan adab tertentu agar sesuai dengan sunnah. Dalam syariat, tahallul artinya adalah keluar dari ihram setelah melakukan amalan wajib seperti thawaf, sa’i, atau melempar jumrah. Proses ini dilakukan dengan penuh rasa syukur dan keikhlasan. Menurut NU Online, tahallul merupakan rukun penting yang menandai sahnya ibadah haji maupun umroh.
Dilakukan Setelah Thawaf dan Sa’i
Tahallul dalam umroh dilakukan setelah thawaf dan sa’i selesai. Sementara dalam haji, tahallul dilakukan dua kali: pertama setelah melempar jumrah aqabah dan thawaf ifadhah (tahallul awal), kemudian setelah sa’i (tahallul tsani). Ketentuan ini mengikuti praktik Rasulullah ﷺ sebagaimana diriwayatkan dalam Shahih Bukhari. Tahallul menjadi penutup yang menyempurnakan rangkaian ibadah.
Niat dalam Hati
Tidak ada lafaz khusus untuk niat tahallul. Jamaah cukup meniatkan dalam hati bahwa ia bertahallul karena Allah SWT. Hal ini sesuai dengan hadis: “Sesungguhnya amal perbuatan tergantung niatnya” (HR. Bukhari). Niat menjadi kunci utama diterimanya ibadah, kemudian menegaskan bahwa tahallul dilakukan semata-mata karena Allah. Keikhlasan niat menjadikan tahallul bernilai ibadah.
Mencukur (Halq) atau Memotong Rambut (Taqsir)
Tahallul artinya mencukur atau memotong rambut. Bagi laki-laki, dianjurkan mencukur habis rambut kepala (halq) atau minimal memotong sebagian rambut. Sedangkan bagi perempuan, cukup memotong sedikit ujung rambut sekitar satu ruas jari.
Perintah ini disebutkan dalam QS. Al-Fath ayat 27 yang menggambarkan jamaah mencukur dan memendekkan rambut sebagai tanda penyempurna ibadah. Menurut Bincang Syariah, mencukur rambut lebih utama dibanding sekadar memendekkan.
Dilakukan oleh Diri Sendiri atau Dibantu Orang Lain
Jamaah boleh melakukan tahallul sendiri atau meminta bantuan orang lain. Yang penting, alat cukur harus bersih dan tidak membahayakan. Rasulullah ﷺ pun pernah membantu sahabatnya dalam proses mencukur rambut, kemudian menunjukkan pentingnya tolong-menolong dalam kebaikan. Tahallul bisa dilakukan dengan sederhana namun tetap penuh makna.
Disertai Doa dan Syukur
Setelah tahallul, disunnahkan membaca doa:
اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنِّي وَاجْعَلْ هَذِهِ عُمْرَةً مَبْرُورَةً
“Allahumma taqabbal minni wa aj‘al hādzihi ‘umratan mabrūrah”
(Ya Allah, terimalah dariku dan jadikan umroh ini mabrur).
Doa ini mengandung harapan agar ibadah diterima dan menjadi amal penuh berkah. Membaca doa setelah tahallul, kemudian disertai rasa syukur, menjadikan ibadah lebih sempurna. Doa penutup memperkuat makna spiritual tahallul sebagai tanda diterimanya ibadah.

Tahallul Artinya: 5 Pesan Mendalam
Tahallul artinya bukan hanya sebatas mencukur rambut. Lebih dari itu, ia menyimpan pesan spiritual mendalam tentang ketaatan, kerendahan hati, dan pembaruan jiwa. Setiap helai rambut yang jatuh membawa simbol penyucian diri dan ketulusan hati. Menurut Hidayatullah, tahallul adalah tanda berakhirnya ihram sekaligus momentum penyucian diri seorang Muslim.
1. Kerendahan Hati di Puncak Ibadah
Setelah menuntaskan ibadah besar seperti haji atau umroh, umat Islam justru diperintahkan mencukur rambut. Hal ini menunjukkan bahwa kesempurnaan ibadah tidak diukur dari kemegahan, tetapi dari kerendahan hati. Dalam tahallul, keangkuhan runtuh, kemudian digantikan rasa tunduk total kepada Allah SWT. Kerendahan hati menjadi pesan utama dari tahallul.
2. Pembersihan Lahir dan Batin
Rambut yang dicukur melambangkan pembersihan lahir dan batin dari dosa. Setiap helaian rambut yang jatuh menjadi saksi atas niat suci jamaah untuk memulai hidup baru. Rasulullah ﷺ mendoakan ampunan bagi mereka yang mencukur rambut sebagai simbol penyucian diri (HR. Muslim), kemudian menjadikan tahallul sebagai momentum spiritual. Pembersihan ini menegaskan makna kembali suci setelah ibadah.
3. Ketaatan Tanpa Tanya
Tahallul mengajarkan ketaatan mutlak kepada perintah Allah, meski tampak sederhana. Seorang mukmin tidak perlu bertanya mengapa harus mencukur rambut; cukup taat karena Allah memerintahkannya. Inilah makna sebenarnya dari “sami‘nā wa aṭa‘nā”—kami dengar dan kami taati, kemudian diamalkan dalam tindakan nyata. Ketaatan tanpa syarat adalah inti dari ibadah.
4. Kesetaraan Umat Islam
Setiap jamaah melakukan tahallul dengan cara yang sama, tanpa membeda-bedakan kedudukan. Saat rambut dicukur, semua terlihat setara, sama-sama tunduk di hadapan Allah SWT. Nilai ini memperkuat ukhuwah Islamiyah, kemudian menegaskan bahwa kemuliaan hanya milik orang bertakwa. Kesetaraan dalam tahallul menghapus sekat duniawi.
5. Awal Kehidupan Baru
Tahallul menandai babak baru dalam kehidupan spiritual seorang Muslim. Setelah melepaskan ihram, jamaah kembali ke kehidupan dunia dengan semangat dan hati yang bersih. Dari sinilah seseorang diharapkan menjaga kemabruran hingga akhir hayat, kemudian menjadikan ibadah sebagai titik awal perubahan. Tahallul adalah simbol lahirnya jiwa baru yang lebih taat.
Makna tahallul artinya tidak sekadar mencukur rambut, tetapi juga melepaskan ego dan dosa agar kembali suci. Nah, agar pelaksanaan tahallul dan rangkaian ibadah haji dan umroh lainnya lebih afdhol, pastikan Anda dibimbing oleh tenaga profesional. Lima Pilar siap mendampingi setiap jamaah dengan pembimbing berilmu, profesional, dan berpengalaman, sehingga ibadah menjadi lebih khusyuk dan bernilai di sisi Allah SWT.

