Pertanyaan tentang rukun umroh ada berapa sering muncul di kalangan jamaah yang baru pertama kali berangkat ke Tanah Suci. Memahami rukun ini sangat penting karena menjadi dasar sahnya ibadah umroh. Setiap tahapan harus dilakukan secara benar agar ibadah diterima oleh Allah SWT. Artikel ini akan menjelaskan rukun umroh dan hukum jika tidak melaksanakannya, serta tips agar pelaksanaan berjalan lancar.
Rukun Umroh Ada Berapa: Penjelasan Singkat
Dalam fiqih Islam, rukun adalah unsur pokok yang wajib dipenuhi dalam setiap ibadah, termasuk umroh. Jika satu saja rukun umroh tidak dilakukan, maka ibadah tersebut tidak sah. Berbeda dengan wajib umroh yang jika ditinggalkan masih bisa ditebus dengan dam atau denda, rukun tidak bisa diganti.
NU Online menjelaskan bahwa rukun umroh adalah fondasi yang tidak boleh ditinggalkan karena langsung berdampak pada keabsahan ibadah. Selain itu, para ulama sepakat bahwa rukun merupakan pilar utama ibadah yang tidak bisa diganti oleh amalan lain. Lalu, rukun umroh ada berapa? Rukun umroh terdiri dari:
- Ihram
- Tawaf
- Sa’i
- Tahallul
- Tertib
Dalil tentang keharusan ihram dan tawaf terdapat dalam firman Allah: “Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah…” (QS. Al-Baqarah: 196). Sementara hadis Nabi ﷺ menyebutkan: “Ambillah dariku manasik kalian.” (HR. Muslim), yang menjadi dasar bahwa praktik beliau adalah pedoman pelaksanaan ibadah.
Memahami jumlah dan urutan rukun umroh membantu jamaah lebih fokus dan tertib selama ibadah. Banyak kasus jamaah yang melaksanakan umroh tanpa bimbingan, sehingga ada bagian yang terlewat tanpa disadari. Padahal, setiap rukun memiliki nilai dan makna mendalam jika dijalankan sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ.
Karena itu, sebelum berangkat, setiap jamaah sangat dianjurkan mempelajari seluruh rukun secara mendalam. Bimbingan dari pembimbing ibadah atau kajian fiqih sangat membantu agar semua tahap dan syarat umroh dilakukan secara benar dan sah. Dengan pemahaman yang tepat, ibadah umroh menjadi lebih khusyuk dan diterima di sisi Allah SWT.

Rukun Umroh Ada Berapa: 5 Pilar Wajib
Setiap jamaah wajib haji atau umroh mengetahui bahwa rukun haji dan umroh ada berapa. Rukun umroh sendiri ada lima. Kelima rukun ini membentuk satu kesatuan ibadah yang tidak boleh ditinggalkan atau tertukar urutannya. Dalam penjelasan di Republika, dijelaskan bahwa rukun umroh adalah fondasi ibadah yang tidak bisa diganti dengan amalan lain, sehingga wajib dipahami sejak awal agar ibadah sah.
Berikut jawaban dan penjelasan dari pertanyaan rukun umroh ada berapa:
1. Ihram
Ihram menjadi awal dari seluruh rangkaian umroh. Jamaah berniat memulai ibadah dari miqat dengan mengenakan pakaian ihram dan meninggalkan larangan-larangannya. Rasulullah ﷺ bersabda: “Amalan itu tergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Oleh sebab itu, niat yang benar menjadi kunci sahnya ihram. Tanpa niat, ibadah tidak dianggap dimulai.
2. Thawaf
Thawaf berarti mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran, dimulai dari Hajar Aswad. Setiap putaran dilakukan dengan penuh khusyuk dan menjaga kebersihan diri. Allah berfirman: “Dan hendaklah mereka melakukan thawaf di sekeliling rumah yang tua itu (Ka’bah).” (QS. Al-Hajj: 29). Thawaf menjadi simbol penghambaan total kepada Allah, dengan Ka’bah sebagai pusat ibadah.
3. Sa’i
Sa’i adalah berjalan dari Bukit Shafa ke Marwah sebanyak tujuh kali. Rasulullah ﷺ bersabda: “Lakukanlah sa’i, karena Allah telah mewajibkannya atas kalian.” (HR. Ahmad). Amalan ini melambangkan perjuangan dan kesabaran Hajar dalam mencari air untuk putranya, Ismail. Sa’i mengajarkan nilai kesungguhan, doa, dan tawakal dalam menghadapi kesulitan hidup.
4. Tahallul
Tahallul dilakukan dengan mencukur atau memotong sebagian rambut setelah menyelesaikan thawaf dan sa’i. Untuk laki-laki dianjurkan mencukur habis, sedangkan perempuan cukup memotong sedikit. Rasulullah ﷺ berdoa: “Ya Allah, rahmatilah orang-orang yang mencukur rambutnya.” (HR. Muslim). Tahallul menandai berakhirnya larangan ihram dan simbol kesucian baru bagi jamaah.
5. Tertib
Tertib berarti menjalankan seluruh rukun umroh secara berurutan. Setiap rukun harus dilakukan sesuai urutan yang benar. Tanpa tertib, rangkaian ibadah menjadi tidak sah meskipun semua amalan dilakukan. Prinsip tertib menjaga kesempurnaan ibadah dan memastikan setiap tahap dijalankan sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ.

Jika Tidak Melaksanakan Rukun Umroh
Rukun umroh ada berapa penting untuk diketahui dan laksanakan. Rukun adalah fondasi yang menentukan sah tidaknya ibadah. Jika salah satu tidak dilakukan, maka ibadah tersebut batal dan harus diulang. Oleh karena itu, jamaah wajib berhati-hati dan memastikan setiap rukun dijalankan dengan benar, termasuk saat umroh mandiri. Menurut Kemenag, ketidakpatuhan terhadap ketentuan ibadah, baik syariat maupun regulasi, berisiko membatalkan ibadah dan menimbulkan konsekuensi hukum.
Umroh Tidak Sah Secara Syariat
Apabila salah satu rukun tidak dilakukan, maka umroh menjadi tidak sah menurut hukum Islam. Rukun bersifat wajib mutlak dan tidak bisa diganti dengan amalan lain. Dalilnya adalah firman Allah: “Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah.” (QS. Al-Baqarah: 196). Ayat ini menegaskan pentingnya kesempurnaan pelaksanaan.
Tidak Terhitung Sebagai Ibadah Umroh
Walaupun jamaah sudah berada di Makkah, jika rukunnya tidak lengkap, maka ibadahnya tidak dianggap sebagai umroh. Ia harus mengulang dari niat ihram hingga tahallul agar sah secara syariat. Hal ini menunjukkan bahwa lokasi saja tidak cukup, melainkan kesempurnaan rukun yang menentukan keabsahan.
Tidak Mendapat Pahala Umroh
Rukun yang tidak sempurna membuat pahala ibadah tidak tercatat. Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari-Muslim). Tanpa rukun yang lengkap, niat tidak bisa diwujudkan dalam amal sah. Ini menjadi pengingat agar jamaah selalu memastikan kesempurnaan pelaksanaan.
Berisiko Menanggung Dosa Jika Sengaja Melalaikan
Seseorang yang sengaja meninggalkan rukun tanpa uzur bisa menanggung dosa. Islam menekankan kesungguhan dalam menjalankan ibadah, termasuk umroh. Mengabaikan rukun berarti meremehkan syariat, sehingga bisa berdampak pada tanggung jawab di hadapan Allah SWT.
Harus Mengulang Umroh dari Awal
Solusi satu-satunya bagi yang meninggalkan rukun adalah mengulang umroh secara lengkap. Dengan begitu, ibadahnya bisa sah dan diterima Allah SWT. Mengulang dari awal memastikan semua rukun terpenuhi sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ.
Tips Jalankan Rukun Umroh Bersama Biro Umroh
Memahami rukun umroh ada berapa sangat penting, tetapi melaksanakannya dengan benar memerlukan bimbingan. Karena itu, jamaah disarankan memilih biro umroh terpercaya agar tidak salah langkah selama di Tanah Suci.
- Ikuti bimbingan manasik secara rutin.
- Pelajari urutan rukun umroh dari pembimbing.
- Pahami doa dan bacaan di setiap rukun.
- Jaga niat dan kebersihan hati sejak awal.
- Siapkan perlengkapan ihram sesuai ketentuan.
- Catat lokasi miqot untuk menghindari kesalahan niat.
- Mintalah panduan langsung saat thawaf dan sa’i.
- Patuhi arahan mutawwif selama di Masjidil Haram.
- Hindari berbicara sia-sia selama ibadah.
- Gunakan biro profesional seperti Lima Pilar untuk bimbingan penuh.
Mengetahui rukun umroh ada berapa menjadi hal wajib bagi setiap jamaah sebelum berangkat ke Tanah Suci. Rukun umroh adalah pilar penentu sah tidaknya ibadah, sehingga wajib dilaksanakan secara tertib dan sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ. Melaksanakan ibadah umroh bersama Lima Pilar akan membantu Anda memahami setiap tahapan dengan benar. Dengan bimbingan profesional, ibadah menjadi lebih khusyuk dan insya Allah meraih predikat umroh mabrur.

