Multazam adalah salah satu tempat paling sakral di Masjidil Haram yang menjadi titik doa mustajab bagi umat Islam. Setiap jamaah yang beribadah ke tanah suci, baik haji atau umroh selalu berusaha mendekati area ini untuk bermunajat. Lokasinya yang menempel di Ka’bah menambah kekhusyukan dan nilai spiritual yang mendalam.
Multazam Adalah: Sekilas Sejarah
Multazam adalah tempat atau bagian dinding Ka’bah yang berada di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah yang diyakini mustajab untuk berdoa. Multazam memiliki sejarah panjang yang lekat dengan kisah para nabi dan umat Islam sejak masa Nabi Ibrahim.
Tempat ini menjadi saksi doa penuh harap dan air mata, termasuk doa Nabi Muhammad ﷺ yang menempelkan tubuhnya di sana. Dalam penjelasan di NU Online, disebutkan bahwa Multazam berasal dari kata iltazama yang berarti “merapatkan”. Hal ini karena jamaah disunnahkan merapatkan dada dan wajah ke dinding Ka’bah di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah.
Sejak dahulu, jamaah haji dan umroh berbondong-bondong mendatangi Multazam. Mereka menempelkan dada, wajah, dan tangan di dindingnya sambil bermohon kepada Allah. Tradisi ini diwariskan dari generasi ke generasi sebagai bentuk penghambaan dan penyerahan diri.
Para ulama menegaskan bahwa Multazam adalah tempat yang mustajab untuk berdoa, meski tidak ada doa khusus yang diwajibkan. Diriwayatkan dalam Sunan Abu Dawud No. 1623, dari ‘Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, ia berkata:
“Aku thawaf bersama Abdullah bin ‘Amr. Ketika sampai di belakang Ka’bah aku berkata: ‘Tidakkah engkau berlindung?’ Ia menjawab: ‘Kita berlindung kepada Allah dari neraka.’ Lalu ia berjalan hingga sampai di antara Rukun (Hajar Aswad) dan pintu Ka’bah, kemudian ia menempelkan dada, wajah, lengan, dan kedua tangannya ke dinding, lalu berkata: ‘Seperti inilah aku melihat Rasulullah ﷺ melakukannya.’” (HR. Abu Dawud)
Hadits ini menjadi dasar bahwa Rasulullah ﷺ sendiri pernah berdoa di Multazam dengan cara merapatkan tubuhnya ke dinding Ka’bah. Para ulama menilai amalan ini sunnah dan dianjurkan, meski tidak ada doa khusus yang ditetapkan.
Multazam adalah tempat yang baik untuk berdoa dan menjadi simbol kesungguhan dalam berdoa. Di sinilah banyak hati luluh, air mata tumpah, dan keyakinan diperkuat. Banyak jamaah menganggap momen di Multazam sebagai puncak pengalaman spiritual selama ibadah di Tanah Suci.
Kini, meskipun akses ke Multazam sering padat, jamaah tetap bisa menghadap dan berdoa ke arahnya dari jarak aman. Doa yang tulus tetap akan sampai, karena Allah Maha Mendengar setiap permohonan hamba-Nya. Hal ini membuktikan bahwa Multazam bukan sekadar tempat fisik, tetapi juga simbol keikhlasan, iman, dan kedekatan spiritual dengan Allah.

Keutamaan Berdoa di Multazam
Sejak dahulu Multazam adalah salah satu tempat paling mustajab untuk berdoa di Masjidil Haram. Rasulullah ﷺ sendiri pernah menempelkan dada, wajah, dan tangannya di sana sambil berdoa dengan penuh kekhusyukan. Dalam penjelasan di Himpuh, disebutkan bahwa Multazam menjadi lokasi favorit jamaah haji dan umroh untuk memanjatkan doa setelah thawaf.
Ini karena diyakini doa di tempat ini sangat dekat dengan ijabah Allah. Berikut di antara keutamaannya:
Tempat Mustajab untuk Doa
Multazam adalah salah satu lokasi yang disebut para ulama sebagai tempat mustajab, seperti halnya Raudhoh yang juga menjadi tempat mustajab untuk berdoa. Doa yang dipanjatkan di sini diyakini lebih mudah dikabulkan. Hal ini berdasarkan riwayat sahih yang menunjukkan Rasulullah ﷺ sendiri berdoa di Multazam.
Mengikuti Sunnah Rasulullah SAW
Berdoa di Multazam adalah sunnah karena meneladani Rasulullah ﷺ. Dalam hadis riwayat Abu Dawud, Abdullah bin ‘Amr menuturkan bahwa beliau melihat Nabi ﷺ menempelkan dada, wajah, dan tangannya di Multazam sambil berdoa. Mengikuti sunnah ini menjadi bentuk kecintaan kepada Nabi.
Menguatkan Kekhusyukan Ibadah
Berdoa di Multazam menghadirkan suasana spiritual yang mendalam. Kedekatannya dengan Ka’bah membuat hati lebih khusyuk dan doa lebih tulus. Banyak jamaah merasakan momen ini sebagai puncak pengalaman ibadah mereka di Tanah Suci.
Warisan Spiritualitas Umat Islam
Sejak masa Nabi Ibrahim hingga Rasulullah ﷺ, Multazam menjadi saksi doa-doa penuh harap. Tradisi ini diwariskan dari generasi ke generasi, menjadikannya simbol spiritual umat Islam. Berdoa di Multazam berarti menyambung jejak sejarah panjang para nabi dan orang saleh.

5 Rahasia Spiritual Multazam
Multazam sejak dahulu menjadi salah satu lokasi paling istimewa di Masjidil Haram. Jamaah haji dan umroh selalu berusaha mendekat ke area ini untuk memanjatkan doa dengan penuh harap. Dalam penjelasan di Republika, disebutkan bahwa Multazam adalah tempat yang diyakini mustajab, sehingga doa-doa yang dipanjatkan di sana memiliki kedekatan dengan ijabah Allah.
1. Letaknya di Antara Hajar Aswad dan Pintu Ka’bah
Multazam adalah bagian dinding Ka’bah yang berada tepat di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah. Meski hanya terbentang sekitar dua meter, lokasinya menjadi pusat perhatian jamaah, termasuk jamaah umroh mandiri. Letaknya yang strategis menjadikannya mudah dikenali sebagai titik doa mustajab.
2. Rasulullah ﷺ Pernah Berdoa di Multazam
Hadis riwayat Abu Dawud menegaskan bahwa Rasulullah ﷺ menempelkan dada, wajah, dan tangannya di Multazam sambil berdoa. Amalan ini kemudian diikuti para sahabat dan diwariskan hingga kini. Fakta ini memperkuat kedudukan Multazam sebagai tempat ibadah yang dicontohkan langsung oleh Nabi.
3. Doa di Multazam Dianggap Mustajab
Para ulama menegaskan bahwa doa di Multazam termasuk doa yang sangat dekat dengan ijabah Allah. Banyak jamaah meyakini doa mereka lebih mudah dikabulkan ketika dipanjatkan di sini. Karena itu, Multazam disebut sebagai salah satu titik paling sakral di Masjidil Haram.
4. Simbol Penyerahan Diri Total
Kata Multazam berasal dari bahasa Arab iltazama yang berarti “melekat erat”. Jamaah yang menempelkan tubuhnya di sini melambangkan kepasrahan total kepada Allah. Sikap ini menjadi simbol kerendahan hati seorang hamba yang bersandar penuh pada Rabb-nya.
5. Akses yang Tidak Selalu Mudah
Karena letaknya sempit dan selalu dipadati jamaah, tidak semua orang bisa langsung menyentuh Multazam. Namun, doa tetap bisa dipanjatkan dengan menghadap ke arahnya dari jarak aman. Hal ini menunjukkan bahwa yang terpenting adalah ketulusan doa, bukan sekadar posisi fisik.
Tips Agar Khusyuk Beribadah di Multazam
Beribadah di Multazam memerlukan persiapan hati dan tubuh agar lebih fokus. Anda dapat melakukan hal-hal sederhana berikut untuk menjaga kekhusyukan.
- Datang lebih awal sebelum waktu padat.
- Siapkan niat murni dan doa yang ingin dipanjatkan.
- Hindari dorongan dan tetap tenang saat mendekat.
- Perbanyak dzikir sebelum dan sesudah berdoa.
- Gunakan pakaian yang sopan dan bersih.
- Jaga adab terhadap jamaah lain di sekitar.
- Hindari mengambil foto atau video di depan Ka’bah.
- Fokus pada makna doa, bukan sekadar ritual.
- Perbanyak istighfar selama menunggu giliran.
- Tinggalkan area dengan hati yang penuh syukur.
Multazam adalah tempat suci yang menyimpan makna spiritual mendalam bagi umat Islam. Di sinilah ribuan doa dipanjatkan, air mata tumpah, dan harapan digantungkan kepada Allah. Yuk, agendakan untuk beribadah di tanah suci dan berdoa di Multazam bersama Lima Pilar, lembaga umroh dan haji profesional dengan layanan lengkap. Perjalanan ibadah Anda akan terasa lebih nyaman, tenang, dan penuh berkah.

