Macam-macam thawaf merupakan bagian penting dalam ibadah haji dan umroh. Setiap thawaf memiliki waktu, niat, dan hukum yang berbeda. Jamaah perlu memahami jenis thawaf agar ibadahnya sah dan sesuai tuntunan syariat. Pengetahuan ini juga membantu jamaah menjalankan thawaf dengan benar dan penuh makna spiritual.
Keutamaan Memahami Macam-Macam Thawaf
Memahami macam-macam thawaf membantu jamaah menjalankan ibadah dengan kesadaran dan ketepatan. Pengetahuan ini memastikan setiap langkah dalam thawaf dilakukan sesuai sunnah. Selain itu, jamaah haji atau umroh dapat membedakan mana yang wajib dan mana yang sunnah.
Daily Muslim menjelaskan bahwa thawaf memiliki beberapa jenis dengan fungsi dan waktu berbeda. Sehingga, penting bagi jamaah untuk mengetahui agar tidak keliru.
Menjamin Keabsahan Ibadah
Thawaf adalah salah satu rukun utama dalam haji dan umroh. Tanpa thawaf yang benar, ibadah tidak sah meskipun rukun lain sudah dilakukan. Oleh karena itu, jamaah harus memastikan tata cara thawaf sesuai syariat, termasuk jumlah putaran, posisi Ka’bah di sebelah kiri, dan tertib urutan. Kesalahan dalam thawaf dapat berakibat batalnya ibadah dan harus diulang.
Membedakan Fungsi dan Waktu
Setiap thawaf memiliki fungsi dan waktu yang berbeda. Thawaf qudum dilakukan saat tiba di Makkah sebagai penyambutan, sedangkan thawaf ifadhah wajib dilakukan setelah wukuf di Arafah. Ada juga thawaf wada sebagai perpisahan sebelum meninggalkan Makkah. Memahami perbedaan ini membantu jamaah menyesuaikan niat dan tidak tertukar dalam pelaksanaannya.
Menghindari Kesalahan Teknis
Kesalahan thawaf, seperti kurang dari tujuh putaran atau salah arah, dapat menyebabkan ibadah tidak sah. Jamaah yang memahami macam-macam thawaf akan lebih tertib dalam pelaksanaannya. Pengetahuan ini juga mencegah jamaah terkena dam akibat kesalahan teknis. Dengan tertib, thawaf menjadi lebih khusyuk dan sempurna di sisi Allah SWT.
Mengikuti Sunnah Rasulullah ﷺ
Rasulullah ﷺ mencontohkan thawaf sesuai waktu dan niatnya, sehingga menjadi pedoman utama bagi umat Islam. Jamaah yang meneladani beliau berarti melaksanakan sunnah dengan benar. Hal ini menunjukkan kecintaan dan ketaatan kepada Rasulullah ﷺ. Thawaf yang sesuai sunnah akan membawa keberkahan dan pahala besar.
Meningkatkan Makna Spiritual
Setiap jenis thawaf memiliki makna simbolik yang mendalam. Thawaf qudum melambangkan penyambutan, thawaf wada sebagai perpisahan, dan thawaf sunnah sebagai bentuk ibadah tambahan. Dengan memahami makna ini, jamaah dapat meresapi nilai spiritual di balik gerakan thawaf. Ibadah pun menjadi lebih tenang, tertib, dan penuh makna.

6 Macam-Macam Thawaf Sesuai Sunnah
Mengetahui macam-macam thawaf sesuai sunnah membantu jamaah membedakan setiap jenisnya. Setiap thawaf memiliki dalil dan tujuan yang berbeda. Oleh sebab itu, penting untuk memahami secara rinci keenam macam thawaf yang disebutkan dalam syariat.
Menurut Rumaysho, thawaf memiliki fungsi, waktu, dan hukum yang berbeda, sehingga jamaah harus melaksanakannya dengan tertib agar ibadah sah. Adapun macam-macam thawaf adalah sebagai berikut:
1. Thawaf Qudum
Thawaf qudum disebut thawaf selamat datang dan dilakukan oleh jamaah haji yang tiba di Makkah sebelum wukuf di Arafah. Hukumnya sunnah muakkadah bagi jamaah haji ifrad dan qiran, sebagai bentuk penghormatan kepada Baitullah. Rasulullah ﷺ mencontohkan thawaf ini saat tiba di Makkah sebagaimana riwayat Bukhari. Meski tidak wajib, thawaf qudum menambah kesempurnaan ibadah haji bila dilakukan dengan tertib.
2. Thawaf Ifadhah (Ziyarah)
Thawaf ifadhah adalah rukun haji yang paling penting dan wajib dilakukan setelah wukuf di Arafah, biasanya pada 10 Dzulhijjah. Tanpa thawaf ini, haji tidak sah karena ia merupakan inti dari ibadah haji. Dalilnya terdapat dalam QS. Al-Hajj: 29 yang memerintahkan thawaf di Baitullah. Oleh karena itu, thawaf ifadhah harus dilakukan dengan tertib agar seluruh rangkaian haji sah.
3. Thawaf Wada’ (Perpisahan)
Thawaf wada’ dilakukan sebelum jamaah meninggalkan Makkah sebagai bentuk perpisahan dengan Ka’bah. Hukumnya wajib bagi jamaah haji, kecuali wanita yang sedang haid atau nifas. Rasulullah ﷺ bersabda: “Janganlah seseorang meninggalkan Makkah sebelum melakukan thawaf di Baitullah.” (HR. Bukhari). Thawaf ini menjadi penutup ibadah haji dan harus dilakukan dengan tertib sebelum pulang.
4. Thawaf Umroh
Thawaf umroh adalah rukun umroh yang tidak boleh ditinggalkan. Jamaah umroh mandiri atau reguler melakukannya setelah ihram dari miqot, dan tanpa thawaf ini umroh tidak sah. Dalilnya lebih tepat merujuk pada QS. Al-Hajj: 29 tentang perintah thawaf di Baitullah, bukan QS. Al-Baqarah: 158. Thawaf umroh wajib dilakukan dengan tertib agar seluruh rangkaian umroh sah di sisi Allah SWT.
5. Thawaf Sunnah
Thawaf sunnah dapat dilakukan kapan saja di luar rangkaian haji dan umroh. Ibadah ini menjadi bentuk pendekatan diri kepada Allah dan menunjukkan cinta serta kerinduan kepada Ka’bah. Rasulullah ﷺ sering melaksanakan thawaf sunnah ketika berada di Makkah. Meski tidak wajib, thawaf sunnah menambah pahala dan memperkuat ikatan spiritual bila dilakukan dengan tertib.
6. Thawaf Nadzar
Thawaf nadzar dilakukan karena janji seseorang untuk beribadah thawaf jika keinginan tertentu tercapai. Hukumnya wajib bila telah dinazarkan, sesuai QS. Al-Hajj: 29 dan hadis riwayat Abu Dawud tentang kewajiban menunaikan nadzar. Thawaf ini menjadi bentuk kesungguhan memenuhi janji kepada Allah SWT. Pelaksanaannya harus tertib agar sah dan bernilai ibadah.

Catatan:
Ada 6 macam-macam thawaf sesuai sunnah: qudum, ifadhah, wada’, umroh, sunnah, dan nadzar. Dari semuanya, thawaf ifadhah dan thawaf umroh adalah rukun wajib, sementara lainnya bersifat sunnah atau wajib karena sebab tertentu. Semua thawaf harus dilakukan dengan tertib agar sah dan sempurna.
Penting bagi jamaah untuk membedakan thawaf yang wajib dan sunnah agar tidak keliru dalam niat maupun pelaksanaan. Kesalahan dalam thawaf bisa berakibat batalnya ibadah, sehingga harus mengulang atau terkena dam. Oleh karena itu, selain memahami dalil, jamaah juga harus memperhatikan urutan (tertib) dan tata cara thawaf sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ.
Tips Saat Melaksanakan Macam-Macam Thawaf
Agar macam-macam thawaf berjalan lancar dan khusyuk, jamaah perlu mempersiapkan diri dengan baik. Perhatikan kondisi fisik, niat, serta adab di Masjidil Haram. Berikut beberapa tips yang bisa membantu Anda melaksanakan thawaf dengan nyaman.
- Pastikan tubuh dalam keadaan bersih dan suci.
- Gunakan pakaian ihram yang rapi dan nyaman.
- Datang ke Masjidil Haram lebih awal untuk menghindari keramaian.
- Mulailah thawaf dengan niat yang jelas dan hati yang tenang.
- Hindari membawa barang berlebihan agar mudah bergerak.
- Fokus berzikir dan berdoa selama thawaf berlangsung.
- Jaga jarak dan ketertiban agar tidak mengganggu jamaah lain.
- Jangan berhenti di tengah thawaf tanpa alasan penting.
- Istirahat setelah thawaf agar tubuh tidak kelelahan.
- Perbanyak doa di antara thawaf dan shalat dua rakaat.
Macam-macam thawaf memiliki peran penting dalam kesempurnaan ibadah haji dan umroh. Setiap jenis thawaf memiliki waktu, niat, dan hukum yang berbeda. Pemahaman ini penting agar ibadah thawaf sah dan sesuai sunnah. Lima Pilar siap membantu Anda memahami dan mempraktikkan thawaf dengan benar melalui bimbingan profesional dan fasilitas lengkap. Jadikan setiap thawaf Anda bernilai ibadah yang sempurna di sisi Allah.

