Bacaan niat umroh merupakan rukun pertama dan terpenting yang menandai dimulainya ibadah umroh di Tanah Suci. Tanpa niat yang benar, seluruh rangkaian ibadah bisa menjadi tidak sah. Oleh karena itu, penting bagi setiap jamaah untuk memahami lafal niat yang tepat dan kapan waktu mengucapkannya.
Keutamaan Bacaan Niat Umroh
Niat memegang posisi sentral dalam semua ibadah, termasuk umroh. Mengucap bacaan niat umroh bukan sekadar formalitas, tetapi memiliki keutamaan spiritual yang mendalam. Berdasarkan penjelasan Liputan 6, niat adalah pembeda utama antara ibadah dan kebiasaan. Berikut adalah beberapa keutamaan dari melafalkan niat umroh.
Mengikat Ibadah dengan Keikhlasan
Bacaan niat umroh yaitu penentu penentu utama sahnya ibadah umroh di mata Allah SWT. Ketika jamaah melafalkannya, ia menegaskan bahwa seluruh ibadah dilakukan semata-mata karena-Nya. Keikhlasan ini adalah fondasi agar amal ibadah diterima. Tanpa keikhlasan, ibadah yang berat sekalipun tidak akan bernilai di sisi Allah.
Membedakan Ibadah dari Aktivitas Biasa
Perjalanan ke Makkah bisa saja dianggap sebagai wisata biasa jika tidak diawali dengan niat ibadah, terutama bagi jamaah umroh mandiri. Bacaan niat secara jelas mengubah status perjalanan tersebut menjadi sebuah ketaatan. Dengan demikian, setiap langkah yang diambil bernilai pahala. Hal ini sesuai dengan hadis bahwa segala amal perbuatan tergantung pada niatnya.
Menghadirkan Pahala Besar Sejak Awal
Rasulullah SAW bersabda bahwa amal tergantung pada niatnya. Saat seorang jamaah tulus berniat umroh, Allah SWT sudah mencatatnya sebagai amal ibadah. Pahala mulai mengalir bahkan sebelum jamaah melakukan tawaf dan sa’i. Ini adalah kemurahan Allah yang diberikan kepada hamba-Nya yang tulus.
Menjadi Syarat Sah Umroh
Seluruh ulama sepakat bahwa niat adalah rukun dan syarat sah umroh. Tanpa niat yang terucap atau terlintas di hati saat miqat, ibadah umroh tidak dianggap sah. Konsekuensinya, jamaah harus mengulanginya atau membayar dam. Ini menunjukkan betapa krusialnya posisi niat dalam fikih ibadah.
Membuka Pintu Keberkahan
Niat yang benar dan tulus akan membuka pintu keberkahan selama prosesi ibadah. Jamaah akan merasakan kemudahan dan kekhusyukan dalam menjalankan setiap rukun. Pada akhirnya, niat yang lurus akan mengantarkan pada umroh yang mabrur. Keberkahan ini akan terus terasa bahkan setelah kembali ke tanah air.

Bacaan Niat Umroh Sesuai Sunnah
Terdapat beberapa pilihan bacaan niat yang diajarkan dan semuanya sah. Menurut Detik Hikmah, jamaah bisa memilih lafal yang paling mudah dihafal dan dipahami. Berikut adalah tiga bacaan niat umroh arab dan latin yang umum digunakan.
1. Arab:
اللَّهُمَّ إِنِّي أُرِيدُ الْعُمْرَةَ فَيَسِّرْهَا لِي وَتَقَبَّلْهَا مِنِّي
Latin:
Allahumma inni urīdu al-‘umrata fa-yassirhā lī wa-taqabbalhā minnī
Terjemah:
“Ya Allah, sesungguhnya aku berniat melaksanakan umroh, maka mudahkanlah bagiku dan terimalah dariku.”
2. Arab:
نَوَيْتُ الْعُمْرَةَ وَأَحْرَمْتُ بِهِ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu al-‘umrata wa ahramtu bihi lillāhi ta‘ālā
Terjemah:
“Aku berniat umroh dan berihram karenanya karena Allah Ta’ala.”
3. Arab:
نَوَيْتُ الْعُمْرَةَ وَأَحْرَمْتُ بِهِ لِلَّهِ تَعَالَى. لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ عُمْرَةً
Latin:
Nawaitu al-‘umrata wa ahramtu bihi lillāhi ta‘ālā. Labbaika Allāhumma ‘umrah
Terjemah:
“Aku berniat umroh dan berihram karenanya karena Allah Ta’ala. Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah untuk umroh.”
Tata Cara Membaca Niat Umroh Sesuai Sunnah
Bacaan niat umroh arab, latin maupun terjemah tidak bisa dilakukan sembarangan, sebab ada waktu dan tempat khusus yang mengaturnya. Dari artikel Rumaysho, prosesi niat ini sangat berkaitan erat dengan dimulainya ihram. Berikut adalah tata cara yang benar sesuai sunnah.
Berniat dalam Hati Terlebih Dahulu
Niat utama sesungguhnya bersemayam di dalam hati. Ucapan lisan (talaffuzh) hanyalah sunnah untuk membantu menegaskan apa yang ada di hati. Yang paling penting adalah tekad kuat di dalam batin untuk melaksanakan umroh karena Allah. Jika terjadi perbedaan antara lisan dan hati, maka yang dianggap sah adalah niat di dalam hati.
Niat dalam Keadaan Suci
Sebelum berihram dan berniat, jamaah disunnahkan untuk mandi besar (mandi junub) dan berwudhu. Kebersihan fisik ini melambangkan kesiapan untuk bersih secara spiritual. Meskipun demikian, niat tetap sah meski dibaca dalam keadaan hadas, namun mengambil wudhu adalah yang paling utama (afdal).
Memakai Pakaian Ihram
Niat diucapkan setelah jamaah mengenakan pakaian ihram dengan sempurna. Bagi pria, pakaian ihram terdiri dari dua lembar kain putih tanpa jahitan. Bagi wanita, pakaian ihram adalah pakaian yang menutup aurat, kecuali wajah dan telapak tangan. Pakaian ini adalah simbol kesetaraan dan kesucian di hadapan Allah.

Mengucapkan Talbiyah
Setelah mengucapkan bacaan niat umroh yaitu (salah satu lafal di atas), jamaah langsung menyambungnya dengan bacaan talbiyah. Lafal talbiyah “Labbaik Allahumma labbaik…” adalah tanda bahwa ia telah sepenuhnya masuk dalam kondisi ihram. Sejak saat itu, semua larangan ihram mulai berlaku bagi jamaah.
Dilakukan di Miqat
Niat umroh wajib dibaca ketika jamaah berada di batas miqat (batas wilayah yang telah ditentukan). Miqat berfungsi sebagai “gerbang” untuk memulai ibadah. Berangkat dari Indonesia biasanya mengambil miqat di Yalamlam, Qarnul Manazil, atau di atas pesawat saat melintasi batas tersebut. Pilot biasanya akan mengumumkan ketika pesawat akan melintasi area miqat.
Mengucapkan dengan Tenang dan Khusyuk
Saat melafalkan bacaan niat umroh, lakukan dengan suara yang lirih, tenang, dan penuh kekhusyukan. Tidak perlu berteriak atau terburu-buru. Fokuskan hati dan pikiran bahwa Anda sedang memenuhi panggilan Allah SWT. Kekhusyukan di awal akan membantu menjaga kualitas ibadah hingga selesai.
Dilanjutkan dengan Menjalankan Semua Rukun Umroh
Setelah berniat dan masuk kondisi ihram, jamaah harus melanjutkan rangkaian rukun umroh. Rukun selanjutnya adalah tawaf mengelilingi Ka’bah. Kemudian, jamaah melaksanakan sa’i antara Safa dan Marwah, dan diakhiri dengan tahallul (memotong rambut). Semua rukun ini harus dilakukan dengan tertib atau berurutan.
Tips Menjaga Bacaan Niat Umroh Tetap Bersih
Niat adalah amalan hati yang harus dijaga kemurniannya dari awal hingga akhir. Menurut Umroh Bersamamu, menjaga bacaan niat umroh dari hal-hal yang merusaknya adalah kunci umroh mabrur. Berikut beberapa tips untuk menjaga niat Anda tetap lurus karena Allah.
- Meluruskan niat semata-mata karena Allah, bukan karena riya’ (pamer).
- Memperbanyak istighfar untuk membersihkan hati dari kotoran.
- Memfokuskan pikiran hanya pada ibadah saat berada di Tanah Suci.
- Menghindari perdebatan sia-sia (jidal) yang bisa merusak pahala.
- Menjaga lisan dari perkataan kotor (rafats) atau mencela.
- Mengingat kembali tujuan awal datang ke Makkah saat merasa lelah.
- Menggunakan harta yang halal untuk biaya perjalanan umroh.
- Membaca buku atau mendengarkan kajian tentang keikhlasan.
- Menjauhi pikiran untuk pamer foto atau status di media sosial.
- Berdoa agar Allah senantiasa menjaga kelurusan niat kita.
Memahami bacaan niat umroh dan tata caranya sesuai sunnah adalah fondasi untuk ibadah yang sah dan diterima. Jika masih bingung tentang tata cara umroh, sebaiknya Anda pergi umroh dengan biro profesional seperti Lima Pilar. Anda akan dibimbing agar menjalankan semua ibadah umroh dengan benar dan khusyuk, sehingga mendapatkan umroh mabrur.

