Doa masuk Masjidil Haram memiliki kedudukan istimewa bagi setiap Muslim yang datang ke Tanah Suci. Membaca doa ini menjadi bentuk penghormatan kepada Allah dan persiapan spiritual sebelum beribadah. Oleh karena itu, memahami bacaan dan artinya menjadi penting agar doa yang diucapkan penuh kesadaran dan makna. Ditambah lagi, suasana Masjidil Haram yang agung membuat hati bergetar dan jiwa terasa tunduk pada kebesaran-Nya.
Keutamaan Doa Masuk Masjidil Haram
Membaca doa masuk Masjidil Haram dan artinya membawa banyak keutamaan yang luar biasa. Tempat ini memiliki keistimewaan dibanding masjid lain, sebab di sinilah pusat ibadah umat Islam berada. Menurut NU Online Jatim, doa masuk Masjidil Haram adalah bentuk penghormatan sekaligus komitmen untuk beribadah dengan sebaik-baiknya di rumah Allah SWT.
Doa Lebih Mustajab di Tanah Suci
Masjidil Haram adalah tempat paling mulia, dan doa yang dipanjatkan di sana lebih mudah dikabulkan. Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa doa di tempat suci memiliki derajat tinggi di sisi Allah. Karena itu, jamaah dianjurkan memperbanyak doa sejak langkah pertama memasuki masjid. Kesempatan langka ini menjadi momen terbaik untuk memperbanyak harapan dan permohonan.
Penghormatan kepada Baitullah
Membaca doa masuk Masjidil Haram menunjukkan rasa hormat dan adab terhadap rumah Allah. Tindakan kecil ini mencerminkan kerendahan hati dan kesiapan spiritual sebelum beribadah. Orang yang datang dengan hati yang tunduk akan merasakan kedamaian batin yang mendalam. Doa menjadi simbol kesadaran akan kebesaran Sang Pencipta.
Membuka Pintu Rahmat
Berbeda saat berkunjung ke Masjid Quba yang hanya sekedar berziarah, saat Anda masuk ke Masjidil Haram, ada harapan untuk melaksanakan segala rangkaian ibadah haji atau umroh. Sehingga, doa memasukinya sangat penting karena mengandung permohonan agar Allah membukakan pintu rahmat-Nya.
Rasulullah ﷺ mengajarkan bacaan:
اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ
Latin: Allahumma iftaḥ lī abwāba raḥmatik
Artinya: Ya Allah, bukakanlah untukku pintu rahmat-Mu.
Bacaan ini mengajarkan kita untuk memulai ibadah dengan penuh harapan dan kerendahan hati.
Menambah Kekhusyukan Ibadah
Setiap doa yang diucapkan dengan tulus membantu menghadirkan ketenangan dalam diri. Ketika hati tenang, ibadah menjadi lebih fokus dan penuh makna. Membaca doa sebelum thawaf atau sa’i juga membantu menjaga suasana batin agar tetap khusyuk. Inilah rahasia spiritual di balik adab memasuki Masjidil Haram.
Menguatkan Rasa Syukur dan Tawakal
Membaca doa masuk Masjidil Haram adalah wujud syukur atas kesempatan besar beribadah di tempat paling suci. Ini sama dengan membaca doa saat meminum air Zamzam yang penuh kesyukuran. Rasa syukur ini menumbuhkan tawakal dan kerendahan hati kepada Allah SWT. Orang yang mengiringi setiap langkahnya dengan doa akan mendapatkan ketenangan batin yang tak tergantikan.

Doa Masuk Masjidil Haram dan Doa Lainnya
Membaca doa sebelum dan sesudah memasuki Masjidil Haram membantu menjaga adab sekaligus memuliakan tempat ibadah. Selain itu, doa-doa ini juga memiliki makna mendalam bagi jamaah umroh maupun haji. Berikut doa masuk masjidil haram arab latin dan artinya, serta doa lainnya:
Doa Memasuki Kota Makkah
Arab:
اللَّهُمَّ هَذَا حَرَمُكَ وَأَمْنُكَ فَحَرِّمْنِي عَلَى النَّارِ وَآمِنِّي مِنْ عَذَابِكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ، وَاجْعَلْنِي مِنْ أَوْلِيَائِكَ وَأَهْلِ طَاعَتِكَ
Latin:
Allahumma hādzā ḥaramuka wa amnuka faḥarrimnī ‘ala an-nār wa āminnī min ‘adhābika yauma tab‘athu ‘ibādaka, waj‘alnī min awliyā’ika wa ahli ṭā‘atika.
Arti:
Ya Allah, inilah tanah haram-Mu dan tempat aman-Mu. Maka haramkanlah aku dari api neraka, lindungilah aku dari azab-Mu pada hari Engkau membangkitkan hamba-hamba-Mu, dan jadikanlah aku termasuk wali-Mu dan orang yang taat kepada-Mu.
Doa Masuk Masjidil Haram
Arab:
اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ وَإِلَيْكَ يَعُودُ السَّلَامُ، فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلَامِ وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ دَارَ السَّلَامِ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ، بِسْمِ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ
Latin:
Allahumma anta as-salāmu wa minka as-salām wa ilayka ya‘ūdu as-salām, faḥayyinā rabbana bis-salām wa adkhilnā al-jannata dāra as-salām, tabārakta rabbana wa ta‘ālayta yā dzal-jalāli wal-ikrām.
Allahumma iftaḥ lī abwāba raḥmatika, bismillāh wal-ḥamdu lillāh waṣ-ṣalātu was-salāmu ‘alā rasūlillāh.
Arti:
Ya Allah, Engkau sumber keselamatan, dari-Mu datang keselamatan, kepada-Mu kembali keselamatan. Hidupkanlah kami dengan keselamatan, masukkanlah kami ke surga negeri keselamatan. Maha berkah Engkau, wahai Tuhan kami, Maha tinggi Engkau, wahai Pemilik keagungan dan kemuliaan.
Ya Allah, bukakanlah untukku pintu rahmat-Mu. Dengan nama Allah, segala puji bagi Allah, shalawat dan salam atas Rasulullah.
Doa Melihat Ka’bah
Arab:
اللَّهُمَّ زِدْ هَذَا الْبَيْتَ تَشْرِيفًا وَتَعْظِيمًا وَتَكْرِيمًا وَمَهَابَةً، وَزِدْ مَنْ شَرَّفَهُ وَعَظَّمَهُ وَكَرَّمَهُ مِمَّنْ حَجَّهُ أَوِ اعْتَمَرَهُ تَشْرِيفًا وَتَعْظِيمًا وَتَكْرِيمًا وَبِرًّا
Latin:
Allahumma zid hādzal-baita tashrīfan wa ta‘ẓīman wa takrīman wa mahābah, wa zid man sharrafahu wa ‘aẓẓamahu wa karramahu mimman ḥajjahu awi‘tamara tashrīfan wa ta‘ẓīman wa takrīman wa birran.
Arti:
Ya Allah, tambahkanlah kemuliaan, keagungan, kehormatan, dan kewibawaan pada rumah ini (Ka’bah). Tambahkan pula kemuliaan, keagungan, kehormatan, dan kebaikan bagi orang yang memuliakan dan mengagungkannya, baik yang berhaji maupun berumroh.
Doa Melintasi Maqam Ibrahim
Arab:
رَبِّ أَدْخِلْنِي مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِي مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَلْ لِي مِنْ لَدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيرًا
وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا
Latin:
Rabbi adkhilnī mudkhala ṣidqin wa akhrijni mukhraja ṣidqin waj‘al lī min ladunka sulṭānan naṣīrā.
Wa qul jā’a al-ḥaqqu wa zahaqa al-bāṭilu inna al-bāṭila kāna zahūqā.
Arti:
Ya Tuhanku, masukkanlah aku dengan masuk yang benar, keluarkanlah aku dengan keluar yang benar, dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang menolong. Katakanlah: kebenaran telah datang dan kebatilan telah lenyap. Sesungguhnya kebatilan itu pasti lenyap.

Tata Cara Membaca Doa Masuk Masjidil Haram
Membaca doa masuk Masjidil Haram arab latin tidak hanya soal hafalan, tetapi juga soal adab dan kekhusyukan hati. Karena itu, memahami tata cara membaca doa sangat penting bagi setiap jamaah. Menurut Fiqih.co.id, doa masuk Masjidil Haram adalah amalan penting yang menandakan penghormatan tertinggi kepada rumah Allah dan menjadi gerbang pembuka hati untuk menerima rahmat-Nya.
Masuk dengan Kaki Kanan
Rasulullah ﷺ mencontohkan untuk mendahulukan kaki kanan saat masuk masjid. Hal ini menjadi adab dasar sekaligus simbol memulai langkah dengan niat baik. Dengan mendahulukan kaki kanan, jamaah haji dan umroh, termasuk umroh mandiri, menunjukkan kesiapan hati untuk beribadah dengan penuh kesungguhan.
Membaca Doa Masuk Masjid
اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ
Allahumma iftaḥ lī abwāba raḥmatik
Artinya: Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu.
Doa ini menjadi pembuka hati agar ibadah di Masjidil Haram terasa ringan dan diberkahi. Membacanya sejak awal masuk masjid menegaskan permohonan agar Allah melimpahkan rahmat-Nya sepanjang ibadah.
Membaca Doa Khusus Masjidil Haram
اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ…
Bacaan ini memuliakan Allah sebagai sumber keselamatan dan kedamaian. Membacanya sebelum memulai thawaf dapat membantu menenangkan batin. Doa ini juga menjadi pengingat bahwa keselamatan sejati hanya datang dari Allah SWT.
Berdoa Saat Melihat Ka’bah
“اللَّهُمَّ زِدْ هَذَا الْبَيْتَ تَشْرِيفًا…”
Allahumma zid hādzal-baita tashrīfan…
Doa ini disunnahkan saat pertama kali melihat Ka’bah. Waktu tersebut termasuk saat paling mustajab untuk memohon doa pribadi. Membacanya menegaskan rasa syukur sekaligus harapan agar Ka’bah selalu dimuliakan dan dijadikan pusat ibadah umat Islam.
Menghadap Ka’bah dengan Khusyuk
Setelah membada doa masuk masjidil haram dan melihat Ka’bah, berdirilah sejenak menghadap Ka’bah dengan hati yang khusyuk. Rasakan getaran spiritual yang timbul dari keagungan rumah Allah sebelum melanjutkan ibadah. Sikap ini membantu jamaah menata hati agar lebih fokus dan penuh penghayatan.
Doa masuk Masjidil Haram bukan hanya ritual, melainkan sarana memperkuat hubungan dengan Allah SWT. Di sinilah pentingnya bimbingan haji dan umroh agar setiap langkah, termasuk berdoa, sesuai tuntunan sunnah. Anda bisa mempercayakan perjalanan ibadah kepada Lima Pilar, lembaga haji dan umroh profesional yang siap membimbing dengan sepenuh hati. Yuk, segera hubungi kami!

