Cara minum air Zam Zam bukan hanya sekadar melepas dahaga, tetapi juga bagian dari ibadah penuh makna. Rasulullah ﷺ memberikan tuntunan khusus agar setiap muslim memperoleh keberkahan dari air suci ini. Banyak umat Islam mencari cara terbaik untuk minum air sumur Zam Zam agar sesuai sunnah dan penuh pahala. Oleh karena itu, penting memahami adab, niat, serta cara yang benar untuk melakukannya.
Cara Minum Air Zam Zam: Keutamaan
Air Zam Zam memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Rasulullah ﷺ bersabda: “Air Zam Zam sesuai dengan niat orang yang meminumnya.” (HR. Ibnu Majah, Ahmad, al-Baihaqi). Hadis ini menegaskan bahwa Zam Zam bukan sekadar air, melainkan sarana doa yang mustajab sesuai niat peminumnya. Dalam penjelasan di Muslim.or.id, disebutkan bahwa hadis ini dihasankan oleh para ulama dan menjadi dasar utama keutamaan Zam Zam.
Dalam riwayat lain, Nabi ﷺ bersabda: “Sesungguhnya air Zam Zam itu diberkahi, ia adalah makanan yang mengenyangkan dan obat bagi penyakit.” (HR. Thabrani dari Abu Dzar). Hadis ini menunjukkan manfaat ganda Zam Zam, baik sebagai sumber energi maupun penyembuh. Banyak ulama menafsirkan bahwa keberkahan ini berlaku sesuai niat dan kebutuhan peminumnya, sehingga setiap tegukan memiliki nilai ibadah.
Ibnu Abbas juga meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Sebaik-baik air di muka bumi adalah air Zam Zam. Di dalamnya terdapat makanan yang mengenyangkan dan obat dari penyakit.” (HR. Thabrani). Riwayat ini memperkuat kedudukan Zam Zam dibanding air lainnya, karena mengandung manfaat fisik sekaligus spiritual. Tidak ada air lain yang disebutkan Nabi dengan keutamaan sedemikian tinggi.
Para ulama seperti Ibnu Qayyim dalam Zadul Ma’ad menegaskan bahwa Zam Zam memiliki khasiat luar biasa, baik untuk kebutuhan dunia maupun akhirat. Dengan niat yang tulus, air ini menjadi sarana ibadah, kesehatan, dan keberkahan yang tidak dimiliki air lain. Oleh karena itu, adab minum Zam Zam sesuai sunnah sangat dianjurkan agar manfaatnya semakin sempurna.

Keutamaan Cara Minum Air Zam Zam Sesuai Sunnah
Minum air Zam Zam bukan sekadar melepas dahaga, tetapi juga ibadah yang penuh makna. Dengan niat dan tata cara minum air Zam Zam sesuai sunnah, setiap tegukan menjadi doa yang mustajab. Dalam penjelasan diLiputan6, disebutkan bahwa doa dan adab minum Zam Zam sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ akan menghadirkan keberkahan yang lebih besar bagi peminumnya.
Doa Mustajab
Rasulullah ﷺ bersabda: “Air Zam Zam sesuai dengan niat orang yang meminumnya.” (HR. Ibnu Majah). Hadis ini menegaskan bahwa doa yang dipanjatkan saat minum Zam Zam memiliki peluang besar untuk dikabulkan. Dengan niat yang tulus, manfaat air Zam Zam dalam setiap tegukan menjadi sarana doa yang mustajab. Karena itu, jamaah dianjurkan memperbanyak doa sesuai kebutuhan dunia dan akhirat.
Mengikuti Sunnah Nabi ﷺ
Cara minum air Zam Zam yang benar sesuai sunnah adalah bentuk cinta kepada Rasulullah ﷺ. Beliau mencontohkan adab minum dengan doa, menghadap kiblat, dan tidak terburu-buru. Meniru perbuatan Nabi bukan hanya bernilai pahala, tetapi juga menghidupkan sunnah dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini menjadikan minum Zam Zam lebih bermakna daripada sekadar kebiasaan.
Mendapat Keberkahan
Air Zam Zam disebut sebagai air penuh berkah (HR. Muslim). Keberkahannya hadir dalam bentuk kesehatan fisik, ketenangan batin, dan kekuatan iman. Banyak jamaah merasakan ketenangan hati setelah meminumnya. Dengan niat ibadah, keberkahan ini semakin terasa dalam kehidupan sehari-hari.
Menjadi Obat dan Penawar
Dalam hadis disebutkan bahwa Zam Zam adalah obat bagi penyakit. Banyak jamaah haji dan umroh yang merasakan kesembuhan setelah meminumnya dengan keyakinan penuh. Kandungan mineral alami seperti kalsium dan magnesium juga mendukung kesehatan tubuh. Dengan doa dan tawakal, Zam Zam menjadi sarana penyembuhan lahir dan batin.
Menguatkan Iman dan Tawakal
Cara minum air Zam Zam sesuai sunnah melatih hati untuk bergantung hanya kepada Allah. Setiap doa yang diucapkan memperkuat rasa tawakal dan keyakinan. Hal ini menjadikan Zam Zam bukan hanya air minum, tetapi juga sarana memperdalam iman. Dengan cara ini, ibadah menjadi lebih sempurna dan bermakna.

7 Cara Minum Air Zam Zam Sesuai Sunnah
Minum air Zam Zam adalah ibadah yang penuh makna jika dilakukan sesuai sunnah Rasulullah ﷺ. Setiap langkah mencerminkan adab, kesopanan, dan penghayatan spiritual. Dalam penjelasan di Media Indonesia, disebutkan bahwa doa, niat, dan tata cara minum Zam Zam sesuai sunnah akan menambah keberkahan dan menjadikan setiap tegukan bernilai ibadah.
1. Menghadap Kiblat Saat Minum
Menghadap kiblat adalah bentuk penghormatan kepada Allah. Arah ini menambah kekhusyukan dan menghadirkan makna spiritual dalam setiap tegukan. Dengan cara minum air Zam Zam ini, yakni menghadap kiblat, minum Zam Zam menjadi ibadah yang lebih sempurna.
2. Membaca Basmalah dan Doa Sebelum Minum
Mengucapkan Bismillah sebelum minum air Zam Zam membuka pintu keberkahan. Kemudian, bacalah doa minum air Zam Zam. Bacaan ini menegaskan bahwa niat utama adalah mencari ridha Allah, bukan sekadar melepas dahaga. Dengan basmalah, setiap tegukan menjadi doa yang bernilai pahala.
3. Menyebutkan Niat atau Doa Sesuai Hajat
Rasulullah ﷺ bersabda: “Air Zam Zam sesuai dengan niat orang yang meminumnya.” (HR. Ibnu Majah). Karena itu, jamaah dianjurkan berniat sesuai hajat, seperti kesehatan, ilmu, atau rezeki. Niat ini memperkuat keyakinan bahwa Zam Zam adalah sarana doa yang mustajab.
4. Minum dengan Tiga Tegukan
Rasulullah ﷺ mencontohkan cara minum air Zam Zam,dengan tiga tegukan, bukan sekaligus. Cara ini menjaga adab, menumbuhkan rasa syukur, dan lebih menyehatkan tubuh. Minum perlahan juga membuat tubuh lebih mudah menyerap mineral alami Zam Zam.
5. Tidak Bernapas dalam Wadah Air
Rasulullah ﷺ melarang bernapas di dalam wadah minum (HR. Bukhari-Muslim). Adab ini menjaga kebersihan dan kesopanan. Dengan bernapas di luar wadah, air tetap suci dan terhormat, sesuai dengan kedudukannya sebagai air penuh berkah.
6. Duduk Saat Minum
Rasulullah ﷺ umumnya melarang minum sambil berdiri (HR. Muslim no. 2024). Namun, Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ pernah minum Zam Zam sambil berdiri (HR. Bukhari no. 1637). Ulama menjelaskan bahwa duduk lebih utama, tetapi berdiri diperbolehkan khusus untuk Zam Zam. Dengan demikian, keduanya sah, namun duduk lebih dianjurkan.
7. Mengucapkan Hamdalah Setelah Selesai
Setelah selesai, sebagia bagian penutup dari cara minum air Zam Zam,, dianjurkan mengucapkan Alhamdulillah sebagai bentuk syukur. Rasa syukur ini menegaskan bahwa setiap tetes Zam Zam adalah nikmat Allah. Dengan hamdalah, ibadah minum Zam Zam menjadi sempurna dan penuh keberkahan.
Tips Menjaga Kemurnian Air Zam Zam
Selain memahami cara minum air Zam Zam, menjaga kemurniannya juga sangat penting. Tujuannya adalah agar kualitas dan keberkahannya tetap terpelihara. Pastikan Anda melakukan langkah berikut untuk menjaga keaslian dan kebersihannya:
- Simpan di wadah tertutup rapat.
- Hindari paparan langsung sinar matahari.
- Jauhkan dari bau menyengat.
- Gunakan sendok atau gelas bersih.
- Jangan mencampur dengan air lain.
- Perhatikan tanggal pengambilan.
- Simpan di suhu sejuk.
- Jangan bekukan berulang kali.
- Gunakan hanya untuk konsumsi ibadah.
- Bawa dalam botol khusus saat bepergian.
Minum air Zam Zam sesuai sunnah menghadirkan ketenangan, kesehatan, dan keberkahan hidup. Setiap tegukan bukan hanya menyegarkan tubuh, tetapi juga menenangkan jiwa dan memperkuat iman. Jika menggunakan layanan haji dan umroh dari Lima Pilar, Anda akan dibimbing mengenai cara minum air Zam Zam yang benar sesuai sunnah, mulai dari niat hingga doa. Pastikan Anda meneguk kesegarannya dengan penuh keikhlasan dan rasa syukur.

