5 Urutan Umroh: Kunci Sukses dan Sah Ibadah ke Baitullah

Urutan umroh merupakan panduan penting agar ibadah berjalan sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ. Setiap tahapan memiliki makna spiritual dan nilai syar’i yang harus dijaga. Melaksanakan haji dan umroh dengan urutan yang benar memastikan ibadah diterima dan mendapat pahala sempurna. Karena itu, setiap jamaah wajib memahami urutan, rukun, dan tata caranya dengan baik sebelum berangkat.

Penjelasan Singkat Urutan Umroh Sesuai Sunnah

Ibadah umroh memiliki susunan yang teratur dan tidak bisa dilakukan sembarangan. Setiap tahapan memiliki posisi penting dalam menjaga kesempurnaan ibadah. Karena itu, jamaah harus mengikuti langkah-langkahnya dengan niat yang benar dan tata cara sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ. Dalam panduan di Detik, dijelaskan secara rinci urutan umroh sesuai sunnah mulai dari ihram hingga tahallul.

Urutan umroh yang benar juga menjadi bentuk ketaatan kepada Rasulullah ﷺ yang telah mencontohkannya langsung. Dengan mengikuti sunnah beliau, jamaah menunjukkan kesungguhan dalam menunaikan ibadah. Proses yang dilakukan secara tertib mencerminkan kesiapan lahir dan batin untuk beribadah di Tanah Suci, sekaligus menjaga kesempurnaan amal.

Kesalahan dalam urutan umroh dapat menyebabkan ibadah menjadi tidak sah. Sebab, urutan dalam rukun umroh tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga spiritual. Misalnya, jika thawaf dilakukan sebelum ihram, maka ibadah tidak sah dan harus diulang. Dengan memahami panduannya secara menyeluruh, jamaah bisa menjalankan umroh dengan khusyuk, tertib, dan sesuai syariat.

 

Keutamaan Menjalankan Urutan Umroh yang Benar

Menjalankan urutan umroh yang benar menjadi tanda kesungguhan dalam beribadah. Urutan sesuai sunnah tidak hanya membuat ibadah sah, tetapi juga membawa banyak keutamaan bagi pelakunya. Dalam penjelasan di Rumaysho, disebutkan bahwa umroh yang dilakukan sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ akan menjadi penghapus dosa dan mendekatkan seorang muslim kepada Allah SWT.

Menjamin Keabsahan Ibadah

Melaksanakan umroh sesuai urutan rukun menjamin ibadah diterima oleh Allah SWT. Rasulullah ﷺ mencontohkan setiap tahap dengan tertib agar umatnya tidak salah langkah. Tanpa urutan yang benar, ibadah dapat dianggap tidak sah dan kehilangan nilai pahalanya. Dalilnya terdapat dalam QS. Al-Baqarah: 196, yang menegaskan kesempurnaan ibadah haji dan umroh karena Allah.

Mengikuti Sunnah Rasulullah ﷺ

Urutan umroh ini bersumber dari amalan Rasulullah ﷺ saat menunaikan umroh. Beliau bersabda: “Ambillah dariku tata cara ibadah kalian.” (HR. Muslim). Meneladani beliau, termasuk dalam hal lain seperti minum air Zam Zam sesuai sunnah, menjadi bentuk cinta dan ketaatan seorang muslim kepada Nabi. Dengan mengikuti sunnah, jamaah tidak hanya menunaikan ibadah, tetapi juga menghidupkan teladan Rasulullah ﷺ dalam kehidupan sehari-hari.

Mendapat Pahala Sempurna

Setiap ibadah yang sesuai sunnah akan memperoleh pahala penuh. Kesempurnaan urutan menunjukkan ketulusan niat dan ketaatan hati. Jamaah yang melaksanakannya secara tertib, termasuk jamaah umroh mandiri, akan mendapatkan balasan berlipat dari Allah SWT. Hadis riwayat Bukhari-Muslim menyebutkan bahwa umroh ke umroh berikutnya menjadi penghapus dosa di antara keduanya.

Menghindari Denda atau Pengulangan

Kesalahan dalam urutan ibadah bisa menyebabkan kewajiban membayar dam atau mengulang umroh. Dengan memahami tahapan secara urut, jamaah terhindar dari pelanggaran yang merugikan. Hal ini membuat perjalanan lebih tenang dan penuh makna. Oleh karena itu, bimbingan dari pembimbing ibadah sangat dianjurkan agar tidak terjadi kesalahan teknis maupun syariat.

Jamaah umroh yang mengetahui urutan umroh dengan benar dan apa saja, ibadahnya akan lebih sempurna.

5 Urutan Umroh yang Wajib Dilaksanakan

Urutan umroh terdiri dari beberapa rukun yang wajib dilaksanakan secara berurutan. Setiap tahap memiliki nilai ibadah tersendiri yang tidak boleh ditinggalkan. Mengetahui urutannya akan membantu jamaah menjalankan ibadah dengan benar. Dalam penjelasan di NU Online, ditegaskan bahwa rukun umroh adalah fondasi ibadah yang tidak bisa diganti dengan amalan lain, sehingga wajib dipahami sejak awal. Lalu, urutan umroh apa saja? Berikut urutannya:

1. Ihram dari Miqot

Ihram dimulai dengan niat umroh di miqot yang telah ditentukan, sambil mengenakan pakaian ihram dan meninggalkan larangan-larangannya. Rasulullah ﷺ bersabda: “Tempat miqot bagi penduduk Madinah adalah Dzul Hulaifah.” (HR. Bukhari). Niat menjadi awal sahnya ibadah umroh dan menunjukkan kesungguhan hati. Tanpa niat ihram, ibadah tidak dianggap dimulai.

2. Thawaf

Thawaf dilakukan dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali, dimulai dari Hajar Aswad. Allah SWT berfirman: “Dan hendaklah mereka bertawaf di rumah yang tua itu (Ka’bah).” (QS. Al-Hajj: 29). Setiap putaran menjadi simbol kedekatan seorang hamba dengan Tuhannya. Thawaf juga melambangkan kepatuhan total kepada Allah, dengan Ka’bah sebagai pusat ibadah.

3. Sa’i

Sa’i dilakukan dengan berjalan dari Bukit Shafa ke Marwah sebanyak tujuh kali. Rasulullah ﷺ bersabda: “Lakukanlah sa’i, karena Allah telah mewajibkannya kepada kalian.” (HR. Ahmad). Amalan ini mengingatkan perjuangan Siti Hajar dalam mencari air untuk Nabi Ismail. Sa’i mengajarkan nilai kesabaran, doa, dan tawakal dalam menghadapi kesulitan hidup.

4. Tahallul

Tahallul berarti mencukur atau memotong sebagian rambut sebagai tanda keluar dari ihram. Untuk laki-laki lebih utama mencukur habis, sedangkan perempuan cukup memotong sedikit rambut. Rasulullah ﷺ mendoakan: “Ya Allah, rahmatilah orang-orang yang mencukur rambutnya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Tahallul menandai berakhirnya larangan ihram dan simbol kesucian baru bagi jamaah.

5. Tertib

Seluruh rukun umroh harus dilakukan secara tertib, tidak boleh dibolak-balik. Keteraturan ini menunjukkan ketaatan kepada sunnah dan menjaga kesempurnaan ibadah. Tanpa urutan yang benar, umroh dianggap tidak sah secara syariat. Prinsip tertib memastikan setiap tahap dijalankan sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ. 

Jamaah umroh yang sedang melakukan urutan umroh atau rukun umroh dengan tertib untuk dapatkan umroh yang mabrur.

Konsekuensi Jika Tidak Dilakukan Secara Tertib

Melanggar urutan dalam ibadah umroh dapat berakibat fatal bagi keabsahan ibadah. Setiap jamaah wajib memahami dampaknya agar tidak melakukan kesalahan yang sama. Dalam penjelasan di Republika, ditegaskan bahwa rukun umroh adalah pilar utama ibadah yang tidak bisa diganti dengan amalan lain. Jika salah satu rukun tidak dilakukan, maka ibadah dianggap tidak sah.

Umroh Menjadi Tidak Sah

Kesalahan urutan rukun dapat menyebabkan ibadah tidak sah di sisi Allah SWT. Karena setiap rukun memiliki urutan yang harus dipatuhi tanpa pengecualian. Dalilnya terdapat dalam QS. Al-Baqarah: 196: “Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah.” Ayat ini menegaskan bahwa kesempurnaan ibadah hanya tercapai bila seluruh rukun dilakukan dengan benar dan tertib.

Wajib Mengulang Umroh

Jika rukun terlewati, jamaah wajib mengulang seluruh rangkaian ibadah. Hal ini tentu memakan waktu dan tenaga yang tidak sedikit. Mengulang dari ihram hingga tahallul menjadi satu-satunya cara agar ibadah sah. Oleh karena itu, jamaah harus berhati-hati sejak awal agar tidak terjadi kelalaian.

Kewajiban Membayar Dam

Kesalahan teknis dalam pelaksanaan dapat menimbulkan kewajiban membayar dam (denda). Misalnya, jika jamaah melanggar larangan ihram atau tidak melakukan wajib umroh. Dam menjadi bentuk kompensasi atas kelalaian jamaah dalam menjaga tata cara ibadah. Namun, jika rukun utama ditinggalkan, dam saja tidak cukup—ibadah tetap harus diulang.

Gangguan Kekhusyukan

Kesalahan urutan sering menimbulkan kebingungan dan kecemasan. Akibatnya, jamaah sulit menjaga fokus dan ketenangan selama beribadah di Tanah Suci. Kekhusyukan adalah bagian penting dari ibadah, sehingga menjaga urutan rukun membantu jamaah lebih tenang, khusyuk, dan merasakan makna spiritual umroh secara mendalam. 

Menjalankan urutan umroh sesuai sunnah merupakan kunci sah dan sempurnanya ibadah. Setiap tahap memiliki makna dan nilai spiritual yang dalam. Jika Anda menggunakan layanan haji dan umroh dari Lima Pilar, semua rukun dan wajib umroh akan dilakukan sesuai tuntunan syariat. Pembimbing profesional dan berpengalaman siap mendampingi agar perjalanan ibadah Anda menuju kemabruran berjalan tenang dan terarah.

DAFTAR ISI